Rabu, 14 Januari 2015

Ucapan : Terimakasih Untuk Seperlima Abat (1)

Tulisan ini awalnya tidak bermaksud untuk dibagikan di sosial media, tidak ingin menjadi konsumsi publik. Tapi setelah mempertimbangkan satu dan lain hal akhirnya ya ‘Silakan dinikmati’.
---
Tulisan ini spesial untuk orang spesial dalam seperlima abat hidupku.

Seperlima abat yang lalu aku hanya seorang bayi yang cara berkomunikasiku hanya dengan menangis. Tapi ada satu wanita luar biasa, yang tau maksud dari tiap nada tangisanku. Wanita ini bisa membedakan mana tangisan kelaparan dan yang mana tangisan ketidaknyamanan karena mungkin popokku sudah penuh.

Selama seperlima abat berlalu. Ada sosok wanita mulia yang mendampingi tumbuh kembangku. Menemaniku saat aku belajar merangkak, berdiri, lalu berlari. Wanita ini tak pernah tidak ada dalam setiap jatuhku. Tangannya selalu saja mengajakku bangkit setiap kali jatuh.

Sudah seperlima abat aku dirawatnya. Ya, aku tidak salah. Memang saat masuk asrama di sekolah menegah atas, aku memang tidak disampingnya. Tapi tiap saat dia memastikan kondisiku. Anggap saja tangan lembutnya mampu menjagaku bahkan saat aku tidak di sampingnya sekalipun. Bahkan, saat sekarang aku tengah menuntut ilmu di kota yang berbeda dengannya, aku tetap saja diawasinya dengan caranya.

Bayi kecilmu dulu, kini sudah tumbuh dewasa mak.
Hari ini dia genap berumur seperlima abat.

Bayi mungilmu dulu, kini tumbuh menjadi gadis mak.
Gadis cantik yang selalu berusaha hatinya lebih cantik dari wajahnya.

Sudah seperlima abat Tuhan menitipkannku pada seorang wanita istimewa.
Wanita ini tidak pernah belajar menjadi orang tua, tapi dia berhasil menjadi mamak luar biasa untukku.

Dalam seperlima abat hidupku, ada wanita yang kesetiaannya tak ada tandingannya di dunia.
Bahunya selalu ada untukku bersandar.
Pangkuannya lebih nyaman dan sangat menenangkan.
Pelukannya tak perlu berbicara banyak, mampu membuat hati ini tenang.
Tatapan matanya sangat sendu untuk mengobati rindu yang tak menentu.

Untuk wanita mulia nan luar biasa, yang kupanggil dengan sebutan MAMAK.
Gadismu yang (berusaha) tumbuh dewasa, kini genap berusia seperlima abat. Hari ini dia berbagi cerita, bahwa ada wanita luar biasa yang membersamai usia dua puluhannya.

Gadismu, Anita Purnama Sari
Ditulis di Banda Aceh. 17 desember 2014.
More post http://anitapurnamasaribintiamir.blogspot.com/ or http://anitapurnamasaribintiamir.tumblr.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar