Senin, 26 Januari 2015

Tulisan : Secangkir Rindu

Kuteguk secangkir rindu. Buru buru.
Sebelum panasnya menguap.
Tak kubiarkan rindu ini tak sehangat dulu.

Begini caraku menikmati rindu.
Ditiap penghujung hari.
Saat malaikat berganti tugas di bumi.

Kuteguk rindu ini perlahan. Pelan-pelan.
Hingga malam.
Sampai padang bulan sempurna tepat di atas kepalaku.

Ditemani secangkir rindu, hingga pagi.
Sampai malaikat turun lagi ke bumi.
Sampai-sampai air jatuh setetes di ujung kelopaknya mata, aku masih saja mengunggui cangkir ini habis isinya.
Cepat-cepat aku mengelap air itu.
Aku tak mau rinduku berubah rasa.
Jangan sampai hanya karena nila setitik rusak susu sebelanga.

Ini gara- gara secangkir rindu.
Aku menunggui rindu ini dari panas mendidih sampai jadi beku seperti ini.
Aku belum selesai menghabiskan secangkir rindu, sebelum ia benar- benar beku.
Aku rindu meneguk secangkir rindu bersamamu.
Suatu saat. Nanti.

Anita Purnama Sari
Banda Aceh. Januari 2015.
More post http://anitapurnamasaribintiamir.blogspot.com/ or http://anitapurnamasaribintiamir.tumblr.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar