Yang ingin aku ceritakan adalah tentang kisah cinta yang teruji waktu dan tentang kesetiaan yang luar biasa.
Ada hal menarik saat aku sedang menjalani koas di stase penyakit dalam. Seperti terlihat di foto, sepasang suami istri yang sudah lanjut usia.
Si istri saat itu sedang di rawar di rumah sakit, hanya bisa berbaring di tempat tidur. Si istri juga mengalami penurunan kesadaran. Adalah seorang suami yang seperti terlihat di foto sedang memberi makan kepada istrinya lewat selang makanan. Foto tersebut diambil jam 2 dini hari. "Saya sedang memberi makanan utuk istri saya nak, besok istri saya akan dioperasi jadi harus puasa mulai jam 3 pagi" begitu alasan si kakek yang belum tidur karena ingin memastikan istrinya tidak kekurangan asupan makanan sedikitpun.
Pernah juga, saat aku sedang jaga malam. Si nenek kondisinya memburuk waktu itu, jadi aku bertugas memantau perkembangan si nenek tiap jam. Malam itu, aku tidak melihat si kakek beranjak dari sisi istrinya sedikitpun. Yang dilakukannya adalah menunggui istrinya sambil mengajaknya berbicara. Tidak peduli istrinya yang mengalami penurunan kesadaran itu mendengar atau tidak. Begitulah cara kakek ini menstranfer kekuatan untuk istrinya.
Diwaktu yang lain, pernah juga aku ingin sekali menjenguk pasien tersebut. Waktu itu jam 4 pagi, menjelang subuh. Aku menemukan si kakek sedang mengaji di telinga istrinya. "Semoga Allah membuat istri saya tabah atas sakitnya ini ya nak" begitu harapan si kakek. Saat itu, si kakek juga bercerita banyak ke aku, tertama tentang kehidupan rumah tangga mereka.
"Sesungguhnya dalam hidup ini kita cuma butuh satu orang teman, Nak. Cukup satu orang teman saja. Teman yang akan setia menemani kita sampai tua, sampai lanjut usia, sampai ajal memisahakan" dengan suara bergetar si kakek menutup ceritanya. Seketika, ada yang ingin tumpah saat itu, air mata.
Pasangan ini tidak memiliki anak dari pernikahan mereka, tapi itu tidak menjadi alasan untuk mereka berpisah, karena satu hal tadi, mereka sudah sama sama berjanji akan menjadi teman sampai lanjut usia.
Rasanya tidak ada yang keliru sedikitpun. Kita memang hanya butuh mencari satu teman saja. Cukup satu saja, yang setia. Yang menerima kita apa adanya. Yang selalu sama-sama sampai kapan pun, dalam kondisi apapun.
Banda Aceh, 17 Agustus 2016
Selamat merayakan kemerdekaan, mari selipkan doa untuk pasangan luar biasa ini. Semoga kita bisa belajar mengartikan cinta dalam sudut pandang yang berbeda.
Yang masih mencari, semoga segera menemukan 'satu orang teman'-nya ya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar